LP3A

Darul Arqam Pimpinan UMS Sukses Dilaksanakan di MTS PK Bayat, Gandeng Ranting Krakitan Klaten

Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan dan Alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta ( LP3A UMS) menggandeng pimpinan Muhammadiyah dari tingkat pusat hingga ranting dalam kegiatan Darul Arqam Pimpinan UMS di  MTs Muhammadiyah Program Khusus Krakitan, Bayat, Klaten.

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam sambutannya menegaskan bahwa Darul Arqam ini memberikan pembelajaran nyata tentang budaya mutu dan budaya organisasi Islam Berkemajuan. Ia melihat ekosistem Muhammadiyah di Klaten berjalan sinergis dari tingkat daerah hingga ranting.

“Kolaborasi antartingkat persyarikatan menjadi kekuatan utama Muhammadiyah,”

Rektor juga menekankan pentingnya keseimbangan antara capaian kuantitatif dan kualitas amaliah dalam mengelola organisasi. Menurutnya, ukuran keberhasilan tidak hanya dilihat dari angka, tetapi juga dari kualitas penghayatan dan kebermanfaatan bagi umat.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa kebersamaan yang terbangun selama Darul Arqam mencerminkan semangat One Muhammadiyah. Seluruh unsur persyarikatan hadir dan menyatu dalam satu tujuan memajukan dakwah dan pendidikan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., menegaskan bahwa penyelenggaraan Darul Arqam dan Darul Arqam di lingkungan UMS memiliki posisi strategis dalam menjaga ruh ideologi Persyarikatan. Menurutnya, Muhammadiyah merupakan organisasi berbasis sistem, namun digerakkan oleh nilai.

“Tanpa nilai, sistem akan kering dan birokrasi kampus menjadi mesin tanpa jiwa. Nilai itu adalah Islam, Islam yang berkemajuan,” tegas Haedar.

Ia menekankan bahwa Risalah Islam Berkemajuan harus diterjemahkan secara konkret dalam keunggulan akademik dan pelayanan UMS. Prinsip One Muhammadiyah, One UMS tidak boleh dipahami secara parsial, melainkan sebagai integrasi seluruh elemen dalam satu tubuh Persyarikatan.

Haedar juga mengingatkan bahwa kepemimpinan di UMS bukanlah hak istimewa, melainkan amanah yang akan dipertanggungjawabkan. Melalui Darul Arqam, para pimpinan diharapkan tidak hanya memperkuat tata kelola kelembagaan, tetapi juga membangun karakter, integritas, dan semangat Al-Ma’un.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Klaten, Iskak Sulistyo, S.Pd.I., M.Pd.I., menyatakan bahwa pemilihan lokasi Darul Arqam di tingkat ranting merupakan bentuk penguatan ideologi dan komitmen Muhammadiyah yang membumi. Menurutnya, ranting memiliki peran strategis sebagai penggerak utama dakwah jamaah.

Menurut Iskak, pelaksanaan Darul Arqam di tingkat ranting merupakan praktik baik yang patut dicontoh. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menanamkan nilai ideologi dan komitmen organisasi secara langsung kepada para pimpinan.

Pelaksanaan Darul Arqam Pimpinan UMS di Krakitan dinilai memberi pengalaman langsung bagi para pimpinan dalam memahami dinamika gerakan di akar rumput. Proses ini menjadi bagian dari penguatan kualitas kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan umat.

Kegiatan tersebut sekaligus mempererat sinergi antara UMS, PDM Klaten, serta Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam memajukan persyarikatan.

Berdasarkan data demografi, peserta Darul Arqam Pimpinan UMS didominasi laki-laki (78 persen), mayoritas berusia di atas 50 tahun, dan 84 persen bergelar doktor. Sebanyak 88 persen peserta tercatat aktif di Muhammadiyah lebih dari 11 tahun, menunjukkan kuatnya keterlibatan pimpinan UMS dalam Persyarikatan.

Hasil evaluasi menunjukkan capaian yang tinggi, dengan rata-rata nilai aspek kognitif 82, afektif 88, dan psikomotorik 91. Sejumlah peserta meraih apresiasi, di antaranya:

Peserta Terbaik I : Tri Widayatno, S.T., M.Sc., Ph.D.,

Peserta Terbaik II : Agus Ulinnuha, S.T., M.T., Ph.D

Peserta Terbaik III : Prof. Muhammad Mujiburrohman, S.T., M.T., Ph.D

Dalam kesan dan pesannya, Tri Widayatno, S.T., M.Sc., Ph.D, menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan Darul Arqam yang dinilainya berhasil membumikan nilai-nilai Muhammadiyah. Ia mengapresiasi keteladanan Rektor UMS yang membersamai peserta hingga akhir kegiatan dalam kondisi yang sederhana.

Menurut Tri Widayatno, S.T., M.Sc., Ph.D, pengalaman mengikuti Darul Arqam di tingkat ranting memberikan pelajaran penting tentang penguatan ideologi, komitmen, dan kedekatan dengan dakwah akar rumput. Ia berharap seluruh peserta dapat kembali ke tempat tugas masing-masing dengan semangat “luar biasa” melalui rencana tindak lanjut yang telah disusun. (hidayah/lp3a)

Scroll to Top