LP3A

Coaching TIM Instruktur & Fasilitator Baitul Arqam UMS: Penguatan Kapasitas Kaderisasi melalui Pendampingan MPKSDI PP Muhammadiyah

Coaching TIM Instruktur/Fasilitator Baitul Arqam UMS: Penguatan Kapasitas Kaderisasi melalui Pendampingan MPKSDI PP Muhammadiyah

Karanganyar, 8 November 2025 — Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan Coaching TIM Instruktur/Fasilitator Baitul Arqam UMS yang berlangsung di Hotel Facade, Karanganyar, pada Sabtu, 8 November 2025.

Kegiatan ini menghadirkan Trainer dari Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta disambut dengan pemaparan problematika utama yang sering dihadapi dalam pelaksanaan DA/BA oleh Bapak Hatib Rahmawan, S.Pd., S.Th.I., M.Ag. (dr.cand.) sebagai Master of Trainer MPKSDI PPM. Tujuan kegiatan Coaching ini sebagai upaya memperkuat kapasitas para fasilitator/instruktur Baitul Arqam dalam mengembangkan program kaderisasi yang unggul, kontekstual, dan sesuai dengan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Acara diikuti oleh 26 peserta yang tergabung dalam tim fasilitator/instruktur Baitul Arqam UMS. Ketua Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan dan Alumni (LP3A) UMS dalam sambutannya menekankan pentingnya konsistensi dalam penguatan ideologi Muhammadiyah di lingkungan kampus. Beliau juga menegaskan bahwa keberhasilan program perkaderan sangat bergantung pada kualitas instruktur/fasilitator yang memimpin kegiatan, baik dari segi pemahaman ideologis, keterampilan fasilitasi, maupun kemampuan menyusun pengalaman belajar yang aplikatif.

Sesi coaching difokuskan pada penyegaran metode fasilitasi, penguatan materi ideologis, serta peningkatan keterampilan komunikasi instruktur. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi brainstorming yang dipimpin oleh Kabid. Kaderisasi, Pembinaan Ortom dan Beasiswa Kader LP3A UMS, untuk merumuskan strategi dan inovasi pelaksanaan Baitul Arqam periode 2025-2029. Diskusi ini bersifat partisipatif, memungkinkan instruktur/fasilitator saling memberi masukan, mengevaluasi praktik lama, dan merancang inovasi baru yang relevan dengan kondisi mahasiswa, dosen, dan karyawan UMS. Sesi ini menekankan bahwa coaching instruktur/fasilitator tidak berhenti pada transfer materi, tetapi juga membangun komitmen kolektif untuk meneguhkan nilai-nilai ideologis, spiritual, dan praktis dalam setiap kegiatan Baitul Arqam.

Sesi penutupan Coaching Instruktur/fasilitator Baitul Arqam UMS berlangsung melalui diskusi strategis yang dipimpin oleh Dr. Mutohharun Jinan, Wakil Rektor III UMS. Dalam kesempatan ini, seluruh instruktur/fasilitator BA-UMS diajak untuk meninjau dan merumuskan perencanaan pelaksanaan Darul Arqam dan Baitul Arqam bagi sekitar 1.200 dosen, karyawan, dan civitas akademika UMS. Diskusi ini menekankan pentingnya peran instruktur/fasilitator sebagai pengelola kegiatan yang mampu menyelaraskan pengalaman spiritual, pendidikan, dan pengembangan karakter bagi peserta. Dr. Mutohharun menegaskan bahwa kegiatan DA/BA bukan hanya program formal, tetapi bagian dari strategi pembinaan kader persyarikatan yang berkelanjutan dan berjenjang, sehingga setiap instruktur/fasilitator harus memiliki pemahaman mendalam mengenai tahapan pembelajaran dan pengelolaan kegiatan.

“Baitul Arqam bukan sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan wahana strategis pembinaan ideologi Muhammadiyah di kalangan sivitas akademika. Diperlukan sinergi antara LP3A, fasilitator, dan seluruh unit di UMS agar kaderisasi berjalan berkelanjutan dan berdampak luas,” ujar Dr. Mutoharun Jinan.

Melalui kegiatan ini, LP3A berharap para fasilitator/instruktur dapat memperbarui semangat dan kompetensi dalam mengawal proses kaderisasi di lingkungan UMS, sekaligus memperkuat posisi Baitul Arqam sebagai instrumen utama penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

(Kontributor: Hida)

 

 

 

 

Scroll to Top